SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uncategorized
Beranda » Blog » Sebulan Lebih Audiensi Mandek, MADAS Pasuruan Soroti Sikap Bupati Soal Nasib 12 PKL Gempol

Sebulan Lebih Audiensi Mandek, MADAS Pasuruan Soroti Sikap Bupati Soal Nasib 12 PKL Gempol

PASURUAN, Ketua DPC MADAS Sedarah Kabupaten Pasuruan, Yudhie Hargianto, SE., SH., MH., menyayangkan sikap Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, yang hingga kini belum memberikan tanggapan atas 2 surat audiensi terkait nasib 12 Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bunderan Gempol.Surat audiensi pertama dilayangkan pada 8 Juni 2026.

Surat kedua menyusul pada 10 Juni 2026. Isinya sama, meminta Bupati duduk bersama mencari solusi agar PKL tidak kehilangan mata pencaharian.”Sudah sebulan lebih 2 surat kami layangkan.

Tapi sampai hari ini tidak ada tanggapan sama sekali dari Bapak Bupati. Kami ini hanya minta duduk bareng cari solusi, bukan minta dilawan,” tegas Yudhie, Senin 6/7/2026.Karena tidak ada jawaban, tim MADAS kemudian mendatangi Kantor Satpol PP Kabupaten Pasuruan.

Di sana mereka hanya ditemui Kabid Satpol PP, Wawan, S.H. Sementara Kasatpol PP, Ridhoi, tidak bersedia menemui.”Saya hanya menjalankan tugas perintah Bapak Bupati,” ujar Wawan singkat.Hal yang sama terjadi saat MADAS mendatangi Kantor Kecamatan Gempol. Ketua Satpol PP Kecamatan Gempol, Widi, juga mengaku tidak tahu.”Saya gak tahu. Apa kata Bapak Bupati,” kata Widi.Puncaknya, saat menanyakan surat audiensi ke Kantor Bupati pada 10 Juni 2026, pihak MADAS hanya ditemui staf bernama Iksan. “Suratnya numpuk di meja Bapak Bupati,” ucap Iksan.Yudhie menyebut, akibat eksekusi penggusuran PKL atas perintah Bupati, 12 UMKM di Bunderan Gempol langsung mati. Penghasilan mereka terputus seketika.”12 PKL ini mata pencahariannya hilang.

Mereka bukan penjahat. Mereka hanya cari makan untuk keluarga,” katanya.Salah satu PKL yang terdampak, Ridoi, mengaku kecewa. Ia merasa jerih payahnya selama ini tidak dihargai.”Saya dulu nyoblos nomor 02 Bapak Bupati. Sekarang cari makan saja dipersulit. Kami masyarakat kecil ini mau hidup bagaimana?” ujar Ridoi dengan nada lirih.MADAS Sedarah menegaskan akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan. “Kami minta waktu untuk duduk bareng. Cari solusi agar PKL di pinggir Jalan Raya Gempol tetap bisa jualan dan tidak putus penghasilan untuk nyambung hidup,” pungkas Yudhie Hargianto.( AB/sugi)

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Rehab Jembatan Maron Wetan Anggaran Rp200 Juta Ukurannya Lebih Kecil dari Data di Prasasti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement