Lumajang, Rabu Malam – Suasana di kediaman Ketua Madas Sedarah Lumajang, H. Samsi, tampak ramai setelah adanya dugaan permasalahan terkait transaksi sebuah mobil yang melibatkan seorang oknum anggota TNI AL berinisial F.
Menurut keterangan yang dihimpun dari pihak Madas Sedarah, kendaraan yang telah dibeli oleh salah satu anggotanya diduga sengaja dikondisikan untuk diambil kembali oleh pihak tertentu. Anggota Madas Sedarah bernama Wawan mengaku mengalami tindakan tidak menyenangkan saat mengendarai mobil tersebut.
Wawan menuturkan bahwa dirinya diduga dipepet oleh beberapa orang saat berada di perjalanan. Bahkan, menurut keterangannya, ia sempat mengalami intimidasi dan telepon genggam miliknya diduga dirampas oleh pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Sejumlah saksi menyebutkan bahwa saat peristiwa berlangsung terdapat aparat dari kepolisian dan Polisi Militer yang berada di lokasi. Namun demikian, pihak Madas Sedarah berharap adanya penanganan yang transparan dan profesional terhadap laporan yang telah disampaikan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Ketua Madas Sedarah Lumajang, hadir pula perwakilan Madas Sedarah dari Probolinggo Raya, Jember, dan Lumajang sebagai bentuk solidaritas terhadap anggota yang merasa dirugikan.
Saat ini, pihak Madas Sedarah Lumajang masih melakukan komunikasi dan negosiasi terkait penyelesaian permasalahan kendaraan tersebut. Mereka berharap institusi terkait dapat melakukan klarifikasi dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggotanya apabila terbukti melanggar aturan.
“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan. Jika memang ada pelanggaran, kami meminta agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pandang bulu,” ujar salah satu perwakilan Madas Sedarah.
Hingga berita ini diturunkan, proses komunikasi antara kedua belah pihak masih berlangsung guna mencari penyelesaian terbaik atas permasalahan tersebut.(Redaksi)



Komentar