SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uncategorized
Beranda » Blog » Rehab Jembatan Rowo Gempol Lekok Disorot: Abaikan K3, Cor Asal-Asalan, Warga Terpaksa Muter Jauh

Rehab Jembatan Rowo Gempol Lekok Disorot: Abaikan K3, Cor Asal-Asalan, Warga Terpaksa Muter Jauh

*PASURUAN* – Proyek rehabilitasi jembatan di Desa Rowo Gempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, kembali jadi sorotan. Selain diduga mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3, pekerjaan cor beton juga tidak sesuai spesifikasi. Parahnya, jembatan diputus tanpa menyediakan akses jalan darurat, sehingga warga terpaksa memutar jauh.

Proyek bernomor kontrak 003./073 PA/003/PL DAU/103/2026 itu bersumber dari Dana Alokasi Umum DAU Kabupaten Pasuruan Tahun 2026 dengan nilai Rp179.499.900 termasuk pajak. Pelaksana CV. Bin Amin dan pengawas CV. Bana Inufa Bikarya.Pantauan patriot merah putih Sabtu 20/6/2026, sejumlah pekerja tidak mengenakan helm dan sepatu adukan semen terlihat encer dan asal jadi. Saat awak media mencoba konfirmasi, pihak pelaksana langsung menghentikan aktivitas dan memilih menghindar.“Helm sama sepatu safety aja gak dipakai, gimana mau bilang kerja profesional langsung dicor. Kalau jebol lagi siapa yang rugi? Kami warga sini,” ujar M. Arif, warga Rowo Gempol dengan nada kecewa.

Keluhan warga makin keras karena tidak ada jalan darurat selama jembatan ditutup. Aktivitas ke sawah dan kebun jadi terhambat.“Iya pak, saya muter-muter mau ke sawah. Jembatan diputus gitu aja, gak ada jalan alternatif. Kami ini mau kerja, bukan mau wisata muter-muter. Tolong Pak Bupati, lihat kondisi kami,” keluh seorang warga yang enggan disebut namanya saat berbalik arah karena tak bisa melintas.Tokoh masyarakat setempat mempertanyakan peran pengawas.

“CV Bana Inufa Bikarya ini pengawasnya ke mana? Kalau dari awal sudah tidak sesuai RAB, berarti pengawasan lemah. Uang DAU Rp179 juta itu uang rakyat. Jangan main-main,” tegasnya.Upaya konfirmasi ke CV. Bin Amin dan CV. Bana Inufa Bikarya belum berhasil. Keduanya belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini diturunkan. Warga berharap Dinas PUPR Kabupaten Pasuruan segera turun ke lokasi, mengevaluasi pekerjaan, dan segera membuatkan jalan darurat agar aktivitas warga tidak lumpuh._(Tim patriot merah putih )

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Rehab Jembatan Maron Wetan Anggaran Rp200 Juta Ukurannya Lebih Kecil dari Data di Prasasti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement