SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uncategorized
Beranda » Blog » Potensi KDMP Provinsi kepulauan Bangka Belitung di Sektor Usaha Pertambangan Timah, Proyeksi omset 1 Miliar /bulan.

Potensi KDMP Provinsi kepulauan Bangka Belitung di Sektor Usaha Pertambangan Timah, Proyeksi omset 1 Miliar /bulan.

Sektor Pertambangan Timah diProyeksikan menjadi salah satu sumber usaha baru bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi kepulauan Bangka Belitung.Sebanyak 60 koperasi saat ini telah melengkapi berbagai persyaratan agar dapat terlibat dalam sistem mekanisme usaha pertambangan Timah melalui skema kemitraan.Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi kepulauan Bangka Belitung Pak Arie Prima Jaya mengatakan, potensi tambang Timah di Bangka Belitung masih sangat besar sehingga dinilai layak menjadi sumber usaha bagi koperasi.”Dari dulu memang tambang Timah itu sudah ada.

Sampai sekarang belum habis juga, kita lihat ini adalah peluang & potensi yang bisa Adi kelola KDMP,” kata Arie kepada Wartawan. (Kamis 16/7/2026)Menurut Arie, usaha pertambangan merupakan salah satu sektor tambahan yang dapat dijalankan koperasi sesuai potensi unggulan masing-masing daerah & desa.”Karena Bangka Belitung terkenal dengan tambang Timah, maka sektor ini bisa di usahakan guna untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Bagi daerah/ desa lain yang punya perkebunan kelapa sawit, nanas, lada dl, maka bisa menyesuaikan dengan sumber day yang dimiliki,” jelasnya.Arie menegaskan, secara nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tetap menjalankan tujuh unit usaha utama, seperti klinik, apotek, toko sembako, dan simpan pinjam.

Diluar itu, koperasi diperbolehkan mengembangkan usaha lain sesuai dengan karakteristik daerah wilayah / desa masing-masing.Diperkirakan, koperasi yang bergerak disektor pertambangan, baik melalui kegiatan penambangan maupun jasa usaha terkait, berpotensi meraih omset hingga 1 Miliar per bulan.Tentunya dalam hal ini akan ad kolaborasi bersama dengan PT Timah TBK sebagai perusahaan BUMN sebagai pemilik lahan IUP dan perangkat desa sebagai perwakilan masyarakat desa.(Adi N.S Bangkabelitung)

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Rehab Jembatan Maron Wetan Anggaran Rp200 Juta Ukurannya Lebih Kecil dari Data di Prasasti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement