
PROBOLINGGO – Program pembangunan Rehabilitasi Jembatan Beton di Desa Maron Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo yang dibangun dengan anggaran Rp200.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah) dari Bantuan Keuangan Kabupaten Tahun Anggaran 2025 menimbulkan tanda tanya besar.
Hal ini dikarenakan terdapat perbedaan ukuran yang sangat mencolok antara data yang tertera di prasasti proyek dengan kondisi nyata di lapangan. Berdasarkan prasasti yang terpasang secara resmi, pekerjaan Rehab Jembatan tersebut memiliki spesifikasi atau volume sebesar 12 meter x 3,2 meter. Namun, hasil pengukuran langsung dan pengecekan tim Media Patriot Merah Putih di lokasi menunjukkan fakta yang berbeda.
Ukuran jembatan yang terbangun di lapangan ternyata hanya berkisar 10 meter x 2 meter, jauh lebih kecil dibandingkan rencana yang tertulis. Menanggapi temuan yang ganjil ini, awak media berupaya melakukan konfirmasi secara langsung kepada Kepala Desa Maron Wetan selaku penanggung jawab wilayah. Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Maron Wetan belum memberikan tanggapan maupun jawaban terkait ketidaksesuaian tersebut.
Pembangunan ini dikerjakan oleh TPK Desa Maron Wetan dengan volume yang tertulis di prasasti 12 m x 3,2 m. Perbedaan ukuran yang cukup signifikan ini mengundang kecurigaan publik mengenai kualitas, kuantitas, serta efisiensi penggunaan anggaran negara yang telah disalurkan.
Media Patriot Merah Putih akan terus mengawal kasus ini dan menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang maupun Pemerintah Desa Maron Wetan agar transparansi pembangunan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas.(admin)



Komentar