PASURUAN KOTA – Proyek Revitalisasi SMA Negeri 4 Kota Pasuruan senilai Rp. 774.572.000,- dari APBN 2026 milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, disorot tajam. Bukan soal kualitas bangunan saja, tapi soal keselamatan nyawa siswa yang dipertaruhkan.
Berdasarkan sidak langsung dua insan pers Patriot Merah Putih News ID di lokasi, Rabu-Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 12:14 WIB, kondisi proyek Rehabilitasi Ruang Kelas dan Rehabilitasi Ruang Laboratorium IPA (120 Hari Kalender, Mulai 20 Juli 2026) sangat memprihatinkan dan membahayakan.
TUMPUKAN KAYU BEKAS – KALFALUM TAJAM – SISWA LALU LALANG

Foto bukti tak terbantahkan. Di lorong penghubung antar kelas, tumpukan kayu bekas dengan paku berkarat, potongan baja ringan galvalum yang ujungnya tajam, kabel listrik yang terkelupas, dan pecahan keramik dibiarkan menggunung begitu saja tanpa pembatas atau police line.
Sementara di lokasi yang sama, siswa-siswi berseragam batik biru putih terlihat mundar-mandir, bahkan ada yang tanpa alas kaki melintasi area proyek. Ada yang duduk tepat di samping tumpukan pasir dan adukan semen.

Ini pelanggaran fatal K3 dan Standar Keamanan Sekolah. Jika ada siswa tertusuk paku atau tersayat galvalum, siapa yang tanggung jawab?
SEMEN MERDEKA – PASIR LOKAL, DIDUGA TIDAK SESUAI SPEK – MATERIAL DIDUGA DIMODIFIKASI
Temuan lain yang lebih serius adalah dugaan modifikasi material. Di lokasi ditemukan 5 sak Semen merek MERDEKA tergeletak di atas paving. Padahal, untuk proyek APBN revitalisasi sekolah, biasanya RAB mensyaratkan Semen Gresik / Semen Tiga Roda atau yang setara mutu premium.
Informasi yang dihimpun di lapangan, pasir yang digunakan adalah pasir lokal, bukan pasir Lumajang / pasang cuci sesuai spek teknis.

Saat dua insan pers menyambangi kantor sekolah dan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah, Bapak Lutfi Rohman, S.Pd, reaksinya justru mengejutkan. Bukannya memberikan penjelasan transparan, ia terkesan alergi terhadap kedatangan wartawan dan menunjukkan sikap sombong seolah kebal hukum.
“Apa yang salah? Semen merek Merdeka itu sesuai spek. Semen merek Merdeka sama kayak Gresik,” ujar Lutfi Rohman kepada awak media, Kamis (15/10/2026) di ruang kerjanya.
Pernyataan itu justru menimbulkan tanda tanya besar. Harga Semen Merdeka di pasaran jauh lebih murah dibandingkan Semen Gresik. Jika RAB-nya Gresik tapi yang dibelikan Merdeka, selisih anggarannya kemana? Publik menduga seluruh material dimodifikasi untuk mengejar keuntungan besar.
KEPSEK SOMBONG, KEBAL HUKUM?
Sikap alergi terhadap pers yang ditunjukkan seorang Kepala Sekolah sebagai Pejabat Publik sangat disayangkan. Padahal UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mewajibkan setiap penggunaan anggaran negara dibuka secara transparan.
Proyek Rp 774 Juta ini adalah uang rakyat, bukan uang pribadi. Seharusnya Kepala Sekolah selaku Ketua P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) menjadi contoh transparansi, bukan malah menutup diri.
Untuk itu, Redaksi Patriot Merah Putih News ID mendesak:
KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR, BUPATI, DAN APARAT PENEGAK HUKUM (APH) SEGERA TURUN KE LOKASI SMAN 4 PASURUAN!
Lakukan audit mutu dan audit keselamatan. Jangan tunggu ada siswa yang jadi korban baru bertindak.
Kami membuka HAK JAWAB seluas-luasnya kepada Bapak Lutfi Rohman, S.Pd selaku Kepala SMAN 4 Pasuruan dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebelum berita ini kami naikkan ke laporan resmi ke Inspektorat dan Kejaksaan.
sugi



Komentar