PROBOLINGGO//Patriotmerahputih.com — Warga Desa Tigasan Wetan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya mengambil langkah sendiri untuk memperbaiki jalan yang rusak parah di wilayahnya. Hal ini dilakukan karena pembangunan dan perbaikan Jalan Secara Swadaya Sumbangan Semen & Pasir Jadi Harapan Satu-satunya…diharapkan dari Pemerintah Desa sejak tahun 2014 hingga 2026 tidak kunjung terealisasi.
Selama belasan tahun tersebut, kondisi jalan di Desa Tigasan Wetan semakin memburuk, namun tidak ada tindakan nyata dari pihak kepala desa maupun jajaran perangkat desa untuk menangani masalah infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga ini. Warga sudah menunggu bertahun-tahun, namun harapan hanya menjadi harapan.
Padahal jalan ini merupakan akses warga untuk ke pasar gunung tengu, karena jalan ini merupakan jalan yang menghubungkan antara kabupaten probolinggo dengan lumajang , jalan ini juga akses anak sekolah .
Karena tidak tahan lagi dengan kondisi jalan yang sulit dilalui, warga berinisiatif menggalang dana dan bahan bangunan secara swadaya. Setiap warga menyumbangkan apa yang dimiliki: ada yang memberikan semen, ada yang menyumbang pasir, dan sebagian lainnya menyumbangkan tenaga untuk bekerja sama membangun jalan tersebut.
“Ini sudah dari tahun 2014 sampai 2026, tidak ada pembangunan jalan sama sekali dari pihak desa. Kami sudah menunggu bertahun-tahun, tapi tidak ada kejelasan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Minggu (27/9/2026).
Warga menegaskan, langkah swadaya ini bukan keinginan semata, melainkan jalan terakhir karena tidak ada kepedulian dari pimpinan desa. Pembangunan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah desa demi kenyamanan dan kemudahan akses warga, justru dibiarkan begitu saja selama lebih dari satu dekade.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Tigasan Wetan belum memberikan tanggapan maupun keterangan terkait kelalaian dan ketidakhadiran program pembangunan jalan selama belasan tahun tersebut. Warga berharap aparat terkait turun tangan dan menindaklanjuti ketidakpedulian ini. (Tim)



Komentar