
Probolinggo-Pantauan Media Patriot Merah Putih di lokasi proyek Revitalisasi SD Negeri Pilang 1 mengungkapkan pelanggaran bertumpuk yang sangat memprihatinkan. Proyek bersumber APBN 2026 senilai Rp638.631.090 ini ternyata berjalan jauh dari standar teknis maupun aturan keselamatan kerja.
Berdasarkan konfirmasi langsung awak media kepada petugas pengawas di lokasi, diakui bahwa sebenarnya sudah ada instruksi agar seluruh pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri (helm dan sepatu safety). Namun, ironisnya, kenyataan yang ada di lapangan justru sebaliknya: tidak satu pun pekerja yang mematuhi instruksi tersebut dan mereka bekerja tanpa perlengkapan pengaman sama sekali. Tidak hanya soal keselamatan, pelaksanaan pekerjaan pun dinilai sangat sederhana dan tidak profesional.
Peralatan yang digunakan serba manual, tidak menggunakan mesin standar seperti molen cor untuk pencampuran beton. Selain itu, ketersediaan peralatan kerja secara umum pun sangat minim, sehingga dikhawatirkan berdampak buruk pada kualitas dan kekokohan bangunan sekolah. “Memang benar, kami sudah menyampaikan dan menyuruh agar pakai alat safety. Tapi faktanya di lapangan, semuanya tetap tidak menggunakan helm maupun sepatu.
Selain itu alat keranya pun serba manual, tidak ada molen, dan perlengkapannya terasa kurang lengkap,” ungkap pengawas proyek tersebut terbuka. Kondisi ini menegaskan lemahnya pengawasan nyata di lokasi serta ketidakpatuhan terhadap aturan, padahal proyek ini dibiayai menggunakan dana negara. Media Patriot Merah Putih akan terus mengawal kasus ini hingga pelanggaran ditindaklanjuti dan kualitas pekerjaan terjamin.(alvin)



Komentar