SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uncategorized
Beranda » Blog » WARGA SANGAT RESAH KETIKA KEJAHATAN JALANAN BELUM TERATASI

WARGA SANGAT RESAH KETIKA KEJAHATAN JALANAN BELUM TERATASI

Kejahatan jalanan (street crime), seperti begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan tawuran menjadi sorotan utama di wilayah Kota Probolinggo.

Semakin meresahkan dan mengganggu ketertiban serta kenyamanan masyarakat.

Seperti, maraknya pelaku kekerasan dan pengeroyokan yang dilakukan beberapa pemuda yang berlabel gengster/ geng motor melakukan aksinya beramai ramai dijalan raya. Mereka berkumpul dan beramai ramai membuat keributan dijalanan. Bahkan sampai ada yang membawa senjata tajam dengan sengaja untuk mencari mangsa agar bisa mengenal nama gengnya. Selain mengakibatkan adanya korban pengguna jalan yang tidak sengaja melintas bersamaan
para penjahat jalanan lagi beraksi.

Faktanya terjadi sekitar kurang lebih sebulan terjadi pengeroyokan, Sabtu ( 24 mei 2026). Kejadiannya menimpa pengguna jalan yang kebetulan hendak berhenti untuk membeli sesuatu disebuah toko.

Pengguna jalan yang kebetulan seorang anak dibawah umur.

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Rehab Jembatan Maron Wetan Anggaran Rp200 Juta Ukurannya Lebih Kecil dari Data di Prasasti

Melihat keramaian dan kericuhan yang mencurigakan, akhirnya berbalik arah untuk menghindari. Namun, para gerombolan malah menghadang dan memukul anak tidak bersalah tersebut.

Tak hanya itu, beberapa yang memukul menggunakan batu bata hingga mengakibatkan terjatuh hingga terluka parah, serta merampas motor milik korban.

Sontak, korban dengan beraninya membela diri dengan cara melawan pukulan yang dilakukan oleh para pelaku geng motor itu.

Mengingat situasi tak memungkinkan, korban melarikan diri dari kejaran untuk meminta pertolongan kepada warga, dan melaporkan ke Mapolres. Selesai melapor, korban mendapat pemeriksaan dari petugas untuk dilakukan visum.

Selain itu, pihak korban juga berusaha meminta rekaman cctv kepada rumah dan toko sekitar kejadian untuk menambahkan bukti peristiwa dan wajah para pelaku pengeroyokan untuk bukti tambahan.

Senam dan Jalan Sehat Bersama Semarakkan Puncak Peringatan Harkopnas ke-79 di Kabupaten Probolinggo

Sayangnya, hingga saat ini petugas malah terlihat lelet untuk menangani kasus ini, agar dilakukan respon cepat dan terukur.

“Kita sebagai masyarakat menyatakan kejahatan jalanan masih menjadi ancaman yang mempengaruhi rasa aman masyarakat,”ujar keluarga korban.

Lebih lanjut, keluarga korban menyayangkan tindakan pencurian, perampasan, dan pencurian kendaraan bermotor tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga memicu rasa takut, trauma, dan menurunkan kepercayaan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kapan street crime di kota Probolinggo ini akan bisa teratasi atau Kapan
Pemberantasan aksi kriminalitas jalanan akan dioptimalkan oleh aparat keamanan,”tandasnya.

Belum lagi, sebagai keluarga korban merasa kecewa dengan pelaporan tidak ada tindak lanjutnya yang konkrit.

Proyek SD Pilang 1 Bernilai Ratusan Juta: Pekerja Tetap Tanpa Safety, Alat Minim, Tanpa Molen & Serba manual

“Sudah satu bulan laporan belum ditindaklanjuti. Saya berharap, kasus ini segera tertangani agar Kota Probolinggo jadi aman,”pungkasnya.

Kejahatan jalanan (street crime), seperti begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan tawuran menjadi sorotan utama di wilayah Kota Probolinggo. Semakin meresahkan dan mengganggu ketertiban serta kenyamanan masyarakat.

Seperti, maraknya pelaku kekerasan dan pengeroyokan yang dilakukan beberapa pemuda yang berlabel gengster/ geng motor melakukan aksinya beramai ramai dijalan raya. Mereka berkumpul dan beramai ramai membuat keributan dijalanan. Bahkan sampai ada yang membawa senjata tajam dengan sengaja untuk mencari mangsa agar bisa mengenal nama gengnya.

Selain mengakibatkan adanya korban pengguna jalan yang tidak sengaja melintas bersamaan para penjahat jalanan lagi beraksi.

Faktanya terjadi sekitar kurang lebih sebulan terjadi pengeroyokan, Sabtu ( 24 mei 2026). Kejadiannya menimpa pengguna jalan yang kebetulan hendak berhenti untuk membeli sesuatu disebuah toko.Pengguna jalan yang kebetulan seorang anak dibawah umur.

Melihat keramaian dan kericuhan yang mencurigakan, akhirnya berbalik arah untuk menghindari.

Namun, para gerombolan malah menghadang dan memukul anak tidak bersalah tersebut.Tak hanya itu, beberapa yang memukul menggunakan batu bata hingga mengakibatkan terjatuh hingga terluka parah, serta merampas motor milik korban.Sontak, korban dengan beraninya membela diri dengan cara melawan pukulan yang dilakukan oleh para pelaku geng motor itu.

Mengingat situasi tak memungkinkan, korban melarikan diri dari kejaran untuk meminta pertolongan kepada warga, dan melaporkan ke Mapolres.

Selesai melapor, korban mendapat pemeriksaan dari petugas untuk dilakukan visum.Selain itu, pihak korban juga berusaha meminta rekaman cctv kepada rumah dan toko sekitar kejadian untuk menambahkan bukti peristiwa dan wajah para pelaku pengeroyokan untuk bukti tambahan.Sayangnya, hingga saat ini petugas malah terlihat lelet untuk menangani kasus ini, agar dilakukan respon cepat dan terukur.

“Kita sebagai masyarakat menyatakan kejahatan jalanan masih menjadi ancaman yang mempengaruhi rasa aman masyarakat,”ujar keluarga korban.Lebih lanjut, keluarga korban menyayangkan tindakan pencurian, perampasan, dan pencurian kendaraan bermotor tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga memicu rasa takut, trauma, dan menurunkan kepercayaan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kapan street crime di kota Probolinggo ini akan bisa teratasi atau KapanPemberantasan aksi kriminalitas jalanan akan dioptimalkan oleh aparat keamanan,”tandasnya.Belum lagi, sebagai keluarga korban merasa kecewa dengan pelaporan tidak ada tindak lanjutnya yang konkrit.

“Sudah satu bulan laporan belum ditindaklanjuti. Saya berharap, kasus ini segera tertangani agar Kota Probolinggo jadi aman,”pungkasnya.(Rasid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement