KOTA PROBOLINGGO, Sabtu (5/9/2026) — Keberadaan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Museum Kota Probolinggo kini meresahkan warga sekitar. Jalan akses masuk yang seharusnya luas dan lancar kini makin menyempit karena dipenuhi lapak-lapak PKL. Bahkan setelah jam jualan usai, lapak dan barang dagangan sering ditinggal begitu saja, sehingga jalan tetap tertutup dan sempit sepanjang hari.
Kondisi ini sangat menyulitkan warga yang melintas, pengunjung museum, maupun kendaraan yang perlu lewat. Warga telah melaporkan masalah ini kepada pihak berwenang, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tindakan nyata dari Satpol PP. Warga pun meminta agar pihak terkait segera menindaklanjuti dengan tegas dan cepat.
Warga memohon kepada Satpol PP Kota Probolinggo:
“Kami mohon kepada Bapak-bapak Satpol PP, tolong segera ditindaklanjuti. Kalau bisa lapak-lapak yang menghalangi jalan akses itu segera dipindahkan atau dibongkar. Jangan dibiarkan terus karena jalan umum jadi milik mereka. Sudah kami lapor, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Semoga segera ada perhatian dan penindakan yang tegas demi kenyamanan dan keselamatan bersama.”
Keberadaan lapak yang tidak pada tempatnya tidak hanya menyempitkan jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bahaya jika terjadi keadaan darurat dan kendaraan pemadam kebakaran atau ambulans perlu melintas. Warga berharap Pemerintah Kota Probolinggo melalui Satpol PP segera turun tangan, menertibkan lapak tersebut, dan mengembalikan fungsi jalan akses seperti semula.
Patriot Merah Putih akan terus memantau tindak lanjut dari pihak Satpol PP Kota Probolinggo terkait keluhan warga ini.(Malik)



Komentar